PERPUSTAKAAN YANG DEKAT DENGAN MASYARAKAT


Peningkatan kualitas manusia sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki dan mampu dimanfaatkan dalam upaya meningkatkan taraf hidupnya. Peningkatan pengetahuan masyarakat tidak selamanya dihasilkan melalui pendidikan formal, tapi bisa juga didapatkan dengan belajar sendiri (otodidak) melalui sumber bacaan dan pengalaman. Pemerintah punya kewajiban meningkatkan pengetahuan masyarakatnya, tidak hanya melalui pendidikan formal, tapi penyediaan perpustakan yang berkualitas sehingga mampu dinikmati oleh segala lapisan masyarakat. Perpustakan biasanya akan menjadi sentral ilmu pengetahuan yang perlu dikembangkan dari masa ke masa. Tidak hanya sekolah dan perguruan tinggi, namun perpustakaan harus menyebar dalam lingkungan masyarakat dan harus dekat dengan masyarakat. Lebih jauh lagi harus menjadi sumber pengetahuan bagi masayarkat dalam peningkatan kualitas kehidupannya.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, pengembangan perpustakaan yang berbasis masyarakat masih sangat kurang. Orang masih befikir bahwa perpustakaan hanya berfungsi menyediakan buku-buku pelajaran bagi siswa dan mahasiswa. Banyak buku disediakan hanya untuk kepentingan dunia pendidikan, tapi sangat sedikit buku yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kalaupun ada, itu hanya berbentuk cerita pendek, novel, koran dan majalah yang kalau dilihat lebih mengarah ke penyebaran informasi dari pada pengembagnan pengetahuan yang dibutuhkan dalam kehidupan. Memang ada beberapa buku tentang pertanian, perkebunan, usaha kecil dan lain-lain, tapi biasanya tidak terlalu menarik sehingga membosankan masyarakat pembaca.

Tidak hanya itu pengelolan perpustakaan, sering menimbulkan pandangan miring dikalangan masyarakat. Mereka menganggap pustaka adalah dunianya pelajar dan mahasiswa, pustaka dapat meningkatkan stress dan mungkin mereka menganggap pustaka tidak terlalu penting dalam peningkatan kualitas hidup mereka. Hal ini terjadi karena perencanaan operasional perpustakaan, masih bersifat tradisional, dimana mulai dari penataan ruangan, penyediaan buku-buku sumber belum bisa membangkitkan minat baca masyarakat.

Denmark adalah sebuah negara skandinavia yang mungkin bisa menjadi contoh pemikiran untuk pengembangan perpustakaan yang berbasis masyarkat. Pada saat penulis mengikuti acara pertemuan masyarakat Aceh sedunia yang diselenggarakan oleh World Achehnese Association (WAA). Penulis sempat mengunjungi sebuah perpustakaan di Denmark yang menjadi inspirasi penulis untuk membagi pengalaman yang mungkin bisa menjadi dasar pemikiran pengembangan perpustakan di Aceh, ke depan.

Penulis sempat berkunjung ke sebuah perpustakaan di kota Hjørring yang dihuni oleh hanpir 25.000 jiwa. Pergi ke perpustakaan di Denmark rupanya bukan suatu hal yang membosankan, bahkan bisa menjadi tempat hiburan bagi keluarga yang mempunyai anak. Karena perpustakan dirancang bukan hanya tempat membaca, tapi juga tempat bermain dan tempat memacu kreatifitas dengan moto bermain sambil berkarya.

Denmark adalah negara pertanian yang terbesar di skandinavia, karena hapir 90 % lahan di negara itu adalah dataran rendah, kita sangat sulit menemukan gunung atau perbukitan disana. Kondisi ini menjadikan Denmark sebuah negara pertanian yang dikelola secara moderen. Pemerintah Denmark mengarahkan sebagian besar perhatian negaranya untuk membangun duni pertanian. Ini juga tercermin dalam penyediaan buku bacaan di berbagai perpustakaan di Dermark.

Banyak buku-buku yang membahas tentang kiat sukses petani, bagimana memasarkan hasil pertanian, bagaimana membuat hasil pertanian lebih memberikan nilai tambah bagi kehidupan petani dan bahkan banyak buku atau majalah yang menceritakan bagaimana membudidayakan sebuah komoditi pertanian sehingga hasilnya lebih menguntungkan. Tidak hanya itu banyak buku tentang pengembagnan usaha kecil, lengkap dengan pengalaman tentang kiat sukses pengusaha kecil yang mereka miliki. Sehingga berkunjung ke pustaka ibaratnya kita berkunjung ke toko buku yang menyediakan semua jenis buku, novel, majalah atau koran sesuai dengan keinginan pembacanya. Selain itu juga perpustakaan menyediakan fasilitas internet yang bisa digunakan secara gratis oleh para pengunjung untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan.

Buku-buku yang disediakan juga tidak hanya untuk kalangan dewasa, tapi mulai dari anak-anak dengan buku yang dipenuhi dengan aneka gambar, usia remaja dengan buku sekolah serta bacaan ringannya, usia dewasa dengan buku pengetahuan yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Untuk penyediaan buku sumber di perpustakaan, pihak pustaka tidak menentukan secara sepihak, tapi mereka mengadakan survei lansung ke masyarakat tentang buku apa yang sekarang diminati dan dibutuhkan masyarakat. Sehingga buku-buku yang tersedia memang benar-benar dibutuhkan dan dekat dengan masyarakat.

Yang lebih mengagumkan, mereka telah bisa mengubah image dunia pustaka yang kerap dianggap tempat yang membuat stress, menjadi tempat bermain sambil belajar. Lihat saja bagaimana anak-anak bisa bermain disana, ibarat tempat hiburan yang jauh dari kondisi perpustakaan yang umumnya kita lihat di Indonesia. Ditambahkan dengan letaknya yang strategis, dimana perpustakaan sering dibangun ditempat-tempat perbelanjaan yang tentunya sering menjadi tempat yang paling sering dikunjungi oleh masyarakat. Keadaan ini telah terbukti meningkatkan angka kunjungan ke perpustakaan, dan setidaknya telah menambah minat baca masyarkat secara signifikan.

Anak-anak yang berkunjung ke pustaka juga mendapat kesempatan untuk melatih kreatifitas. Pustaka menyediakan alat-alat permainan yang mampu meningkatkan kreatifitas anak. Permainan ini disesuaikan dengan usia anak. Ada alat permainan bongkar pasang, yang apabila disusun benar akan dapat membentuk berbagai figur atau bangunan, seperti supermen, batman, rumah, mobil, helikopter dan lain-lain. Bagi anak-anak dengan usia yang lebih dini akan disediakan bola yang berwarna warni, ataupun berupa jalan alang rintang, yang bisa digunakan untuk melatih keberanian dan kegigihan.

Untuk anak-anak usia sekolah, mereka dapat membuat foto ataupun film singkat. Alat pembuatan tertempel pada dinding, kemudian anak dapat merekam dirinya sambil berpidato, bercerita, membuat gaya-gaya lucu dan adegan lainnya. Film yang dibuat ini akan bisa dilihat kembali oleh anak tentang apa yang telah dilakukannya. Hal ini akan memunculkan kreatifitas dan keberanian anak untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran mereka. Perasaan-perasaan yang sering kita jumpai dalam masa pertumbuhan anak, seperti perasan canggung, malu, sulit berkreatifitas dan tidak berni menunjukkan kreatifitasnya kepada orang lain, akan dapat dikurangi dengan berbagai permainan yang disajikan.

Orang tua bisa santai membaca buku untuk menambah pengetahuannya, sedangkan anak sibuk dengan permainannya. Hal ini akan memberikan ruang yang lebih besar kepada orang tua untuk lebih berkonsentrasi dengan bacaannya. Yang lebih penting lagi mereka dapat menikmati perpustakan dalam kondisi santai, rilek dan jauh dari aroma stress. Kelengkapan sumber buku yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sistem pelayanan dan sistem informasi yang baik dan dapat menjangkau masyarakat telah mejadikan pustaka sebagai kebutuhan dan mampu meningkatkan minat baca masyarakat.

Tidak cukup sampai disitu, perpustakaan juga menyediakan tempat bagi mereka yang ingin membaca sambil bersantai. Bagi mereka yang ingin membaca sambil tidur-tiduran disediakan fasilitas, sehingga pengguna menjadi lebih santai dan rilek.

Pembaca tidak harus lagi berfikir meminjam buku untuk dibawa pulang ke rumah, tapi mereka dapat membaca di pustaka dengan santai dan rilek layaknya mereka membaca buku di rumahnya sendiri. Bagi pembaca yang ingin menyendiri dan jauh dari kebisingan pengunjung lainnya, mereka bisa memanfaatkan ruangan khusus. Pada ruangan khusus ini pembaca diperingatkan untuk tidak berbicara, tidak berdiskusi dan handphone pun harus dimatikan. Ruangan ini benar-benar sunyi dan nyaman bagi yang ingin membaca dengan konsentrasi penuh. Para pengunjung yang datang berkelompok dan ingin berdiskusi satu sama lain, pihak perpustakaan menyediakan ruang diskusi, dimana mereka dapat berdiskusi.

Banyak hal menarik yang penulis liat dalam kunjungan ini, sehingga timbul pertanyaan dalam batin penulis, kapan kita bisa seperti mereka?. Pertanyaan ini tentu sulit untuk dijawab, apalagi diwujudkan. Banyak perbedaan yang signifikan antara Aceh dan Denmark, dari segi anggaran kita jauh tertinggal. Sehingga jangankan berfikir untuk mendirikan pustaka yang sehebat mereka, program pengentasan kemiskinan saja sering putus ditengah jalan. Kalau tidak uangnya dikorup, ya kredit macet karena masyarakat peminjam tidak mengembalikan pinjamannya. Ibaratnya negara orang sudah 100 tahun lebih maju, kita masih bertanya dari mana harus memulai.

Tulisan ini hanya untuk memotivasi kita untuk berfikir lebih cerdas dan bergerak lebih cepat dalam upaya memajukan Aceh dalam mengejar ketertinggalan. Kepentingan-kepentingan pribadi dan golongan dalam upaya pembangunan harus dikurangi. Kita boleh berdebat dengan konsep dan perencanaan, tapi ketika konsep dan perencanaan diimplementasikan semua harus mendukung dan mengawasi. Jangan lagi karena kepentingan pribadi dan golongan kita mengganggu jalanya pembangunan. Sudah cukup konflik dan tsunami memenjarakan kemajuan Bangsa Aceh, sekarang tiba saatnya bersatu untuk memajukan Aceh ”taduk tadeng beusaban pakat, sang seuneusap meu ado a, bek karena beungeh keu tikoh, tatet rumoh dengan suwa” jangan lagi kita menggunakan prinsip ”dari pada singet, get meuruwah, leubeh get anco dari pada beukah”. Tapi mulailah kita berfikir cerdas dan bijak dalam membangun bangsa bangsa Aceh yang bermartabat.

Penulis: Aiyub Ilyas, Mahasiswa Master  Kesehatan Jiwa

Herdmar University College Norwegia

Lahir : Bireuen 31 Mei 1974

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kalender

    Desember 2009
    S S R K J S M
         
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Statistik Blog

    • 2,619 hits